Meriah dan Memukau Dua Pekan Seni Tradisi Tiban Sukses Mengguncang RTH Tamanagung


Suasana di sejak hari pertama pembukaan hingga malam puncak penutupan, area RTH Tamanagung tak pernah sepi dari lautan manusia. Suara cambuk lidi yang melecut berpadu dengan sorak-sorai penonton, mengiringi irama tabuhan gamelan yang menggelegar dan membakar semangat. Para peserta (cambuk/pembaju) tampil luar biasa menunjukkan ketangkasan, keberanian, serta sportivitas tinggi di atas panggung tradisi.


Tak sekadar ajang adu ketangkasan, riuhnya acara Tiban ini juga menjadi bukti nyata betapa kayanya warisan budaya Nusantara yang terus dicintai dan dilestarikan oleh seluruh lapisan generasi.

Dampak Positif & Keseruan Acara

  • Geliat Ekonomi Rakyat: Kehadiran ribuan pengunjung setiap harinya memberikan berkah luar biasa bagi para pelaku UMKM, pedagang kuliner, hingga pengelola parkir di sekitar RTH Tamanagung.

  • Panggung Kebersamaan: Tiban di Desa Tamanagung menjadi sarana silaturahmi terahadap Team Tiban dari luar kota yaitu Kota Blitar dan Tulungagung yang merekatkan tali persaudaraan antarwarga, penikmat seni, dan para pelaku tradisi.

  • Hiburan Keluarga: Selain pertunjukan utama, semarak tenda UMKM dan hiburan pendukung menjadikan RTH Tamanagung sebagai destinasi favorit keluarga selama dua pekan berturut-turut. Editor Beny Guntoro

"Dua minggu terasa begitu singkat saat kebersamaan dan tradisi menyatu dalam kemeriahan. Terima kasih kepada seluruh panitia, peserta, pengisi acara, dan masyarakat yang telah menjaga ketertiban serta menyukseskan gelaran Tiban di RTH Tamanagung ini. Sampai jumpa di panggung budaya berikutnya—mari terus lestarikan seni dan tradisi kita!"